Postingan

Kekecewaan

Gambar
Kecewa…   Yaaa, mungkin itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan perasaanku saat ini. Ada kalanya kita dipercaya dan diandalkan oleh seseorang yang kita anggap sahabat. Dengan segenap tenaga, waktu, dan pikiran, kita berusaha memberikan yang terbaik. Kita mencoba menjaga kepercayaan, menepati janji, dan memastikan segala sesuatu berjalan sesuai harapan. Namun, terkadang semua usaha itu harus berakhir sia-sia karena sebuah keputusan yang berubah. Mungkin dari luar aku terlihat lambat, kurang mampu, atau tidak kompeten. Tetapi, tidak banyak yang tahu bahwa di balik proses itu, ada begitu banyak hal yang telah kupikirkan. Aku berusaha mencari jalan tengah, mempertimbangkan kepentingan bersama, dan memastikan tidak ada yang merasa dirugikan. Sayangnya, tidak semua usaha berakhir sesuai harapan. Yang paling membuatku kecewa bukan hanya karena rencana itu tidak jadi. Melainkan karena aku merasa tidak lagi dianggap penting setelah sebelumnya dipercaya dan diajak bekerja sama. Awa...

Tangis Berbuah Cinta

Gambar
Pagi itu, dikala ku berjalan sendiri, kulihat sosok yang menghampiri. "Hy, kamu kenapa?" Aku mendongak, melihat sosok itu yang tinggi dan tampan. Ia nyaris sempurna, wajahnya, hidungnya, dan postur tubuhnya. Aku jawab, tidak apa-apa, aku hanya berjalan sambil berfikir. Padahal di dalam dadaku sesak sekali. Di trotoar itu aku baru saja menahan tangis setelah dibilang lagi, "kamu kan cuma anak angkat, jangan banyak mengatur." Kalimat itu sudah jadi sarapan harianku. Lalu laki-laki di depanku itu tidak pergi, dia malah duduk di sebelah pembatas jalan, menjaga jarak, dan bilang pelan, "Kalau capek mikir, istighfar dulu aja. Aku temani sampai adzan selesai." Aku kira dia akan modus kenalan ala-ala. Ternyata tidak. Namanya Kifli. Dia tanya namaku, asal kampusku, dan kenapa aku suka jalan sendiri pagi-pagi. Aku jawab seperlunya. Dia tidak menghakimi. Sejak hari itu, setiap aku overthinking dan jalan kaki tanpa tujuan, dia selalu ada, bukan sebagai pacar, tapi seb...